Problematika pendidikan agama islam dan solusinya
Peran
pendidikan sangat penting dalam kehidupan manusia bahkan tidak dapat dipisahkan
dari keseluruhan proses kehidupan manusia. Agama Islam yang diwahyukan kepada
Rasulullah Muhammad SAW, mengandung implikasi kependidikan yang bertujuan untuk
menjadi rahmat bagi sekalian alam, Agama Islam yang membawa nilainilai dan
norma-norma kewahyuan bagi kepentingan hidup manusia di atas bumi, baru aktual
dan fungsional apabila di internalisasikan ke dalam pribadi melalui proses
kependidikan yang konsisten, terarah kepada tujuan. Oleh karena itu proses
kependidikan Islam memerlukan konsepkonsep yang pada gilirannya dapat
dikembangkan menjadi teori-teori yang terpuji dan praksisasi dilapangan
operasional. Bangunan teoritis kependidikan Islam itu akan berdiri tegak diatas
fondasi pandangan dasar yang telah diwahyukan oleh Tuhan. WahyuNya terus
berkembang mengacu kepada tuntunan masyarakat yang dinamis-konstruktif menuju
masa depan yang sejahtera dan maju.
Hakikat
pendidikan Islam ialah untuk membimbing anak didik dalam perkembangan dirinya,
baik jasmani maupun rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama pada anak
didik nantinya yang didasarkan pada hokum-hukum islam. Sedangkan hakikat dari
Globalisasi bukan sekedar banjir barang, melainkan akan melibatkan aspek yang
lebih luas, mulai dari keuangan, pemilikan modal, pasar, teknologi, daya hidup,
bentuk pemerintahan, sampai kepada bentuk-bentuk kesadaran manusia.
Problematika
Pendidikan Islam di era global ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor
internal yang didalmnya ada : Relasi Kekuasaan dan Orientasi Pendidikan Islam,
Masalah Kurikulum, Pendekatan/ Metode Pembelajaran, Profesionalitas dan
Kualitas SDM, dan Biaya Pendidikan. Dan faktor eksternal yang meliputi
Dichotomic, To General Knowledge, Lack of Spirit of Inquiry, Memorisasi, dan
Certificate Oriented.
Solusi
dari problematika tesebut ialah pendidikan Islam harus dikembalikan kepada
fitrahnya dengan tanpa mengesampingkan dimensi-dimensi penting lainnya yang
harus dikem-bangkan dalam institusi pendidikan, baik formal, informal, maupun
nonformal. Serta pendidikan harus dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan
para peserta didik mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dan kreatif
dalam suasana penuh kebebasan, kebersamaan, dan tanggung jawab.
Tujuan
Pendidikan Islam
1. menjelaskan
posisi peserta didik sebagai manusia diantara makhluk Allah lainnya dan
tanggung jawabnya dalam
kehidupan ini,
2. menjelaskan
hubungannya sebagai makhluk sosial dan tanggung jawabnya dalam tatanan
kehidupan
bermasyarakat.
3. menjelaskan
hubungan manusia dengan alam dan tugasnya untuk mengetahui hikmah penciptaan
dengan cara memakmurkan alam semesta,
4. menjelaskan
hubungannya dengan Kholik sebagai pencipta alam semesta.
Komentar
Posting Komentar